Musik adalah media universal yang mampu berbicara dalam berbagai bahasa, mampu menyuarakan isi hati para penciptanya, dan mencerminkan kebudayaan dari berbagai macam belahan dunia. Belakangan ini musik sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat luas. Musik juga dapat memengaruhi seseorang. Terbukti pada tren fashion, banyak penikmat musik yang meniru gaya berpakaian dari musisi yang mereka favoritkan. Sampai saat ini terdapat banyak aliran musik yang ada di masyarakat seperti musik Pop, Rock, Jazz bahkan Underground.
Musik Indie bermula dari kesulitan dari beberapa group musik yang memiliki idealisme dalam bermusik untuk memasuki dapur rekaman karena benturan kepentingan antara pemilik perusahaan rekaman dan idealisme dalam bermusik dari group band itu sendiri. Beberapa dari perusahaan rekaman beranggapan bahwa aliran musik tersebut tidak dapat dinikmati masyarakat, tidak mempunyai mutu dan tidak mengikuti pasar musik yang ada sekarang. Banyak musik yang beraliran Underground lebih memilih jalur indie karena musik yang mereka bawakan mempunyai pasar tersendiri dan mempunyai idealisme yang berbeda dengan jenis musik yang lain. Hardcore adalah salah satu jenis musik Underground yang ada saat ini. Jenis music Underground yang lain adalah Punk, Metal, Grindcore, dan masih banyak yang lainya. Hardcore adalah keturunan dari salah satu jenis musik Underground yaitu Punk, tetapi dengan tempo musik yang lebih cepat dan agresif. Lirik-lirik pada lagunya kebanyakan berbicara tentang kebersamaan, solidaritas, perdamaian, kesetaraan, HAM, lingkungan hidup, bahkan kampanye sosial-politik, dari isu personal hingga ke global.
Musik Hardcore terbagi menjadi dua masa atau era yaitu Oldschool Hardcore dan Newschool Hardcore. Nama Oldschool dan Newschool muncul ketika para musisi Hardcore mulai memasukan warna baru pada musik mereka seperti memasukan nuansa metal pada karakter musiknya dan menyebut karakter bermusik tersebut sebagai Newschool Hardcore. Sementara itu, Oldschool Hardcore diberikan kepada musisi Hardcore yang masih memakai karakter bermusik Hardcore yang terdahulu karena para musisinya masih memakai musik Punk sebagai dasar bermusik. Secara garis besar karakter dari musik Hardcore adalah tempo yang cepat, suara gitar tebal dan berat serta lirik yang keras dan tajam. Musik Hardcore masuk di Indonesia pada tahun akhir 1980-an. Fenomena yang ada menyebabkan sebagian dari anak Punk mulai melahirkan komunitas-komunitas Hardcore sehingga musik Hardcore di Indonesia sangat kental dengan warna Punk. Pada saat ini perkembangan musik Hardcore di kota Bandung sangatlah pesat. Nama-nama seperti Blind To See, Under 18, Komplete Kontrol, Tragedy dan Outright adalah beberapa musik beraliran Hardcore yang sudah mempunyai masa tersendiri atau penikmat musik mereka. Kesuksesan musik beraliran Hardcore tesebut tidak hanya ditunjang oleh jam terbang mereka dalam live perform tetapi juga didukung oleh album kaset ataupun CD yang mereka keluarkan. Album yang dibuat biasanya mempunyai sebuah ciri khas yang menjadi identitas dari jenis musik dan pesan dari musik yang dibawakan oleh sebuah grup musik. Di sini yang menarik perhatian adalah tipografi yang muncul pada sampul album grup musik beraliran Hardcore, baik itu di sampul bagian luar ataupun bagian dalam. Kondisi ini menarik untuk diteliti karena sampul album dibuat untuk sebuah identitas sebuah album. Aspek pembeda menjadi penting, karena untuk memunculkan indentitas antara satu album dengan album yang lainnya. Aspek pembeda pada setiap album adalah unsur visualnya yang terdiri atas warna, ilustrasi dan tipografi. Secara khusus, album-album grup musik beraliran Hardcore di Kota Bandung terlihat memiliki keaneragaman tipografi yang menjadi identitas albumnya.
Dari penjelasan yang telah diungkapkan sebelumnya, dapat diuraikan menjadi beberapa bagian permasalahan yaitu:
a. Musik Underground khususnya musik Hardcore masih menjadi musik yang mempunyai penikmat tersendiri.
b. Unsur-unsur visual pada cover album dibuat sebagai identitas dari sebuah album dan pembeda dari album-album yang lainnya.
c. Secara khusus pada unsur visual bagian tipografinya memiliki keaneragaman tipografi yang muncul pada media cover album.
PENGERTIAN MUSIK INDIE
Sesuai kata asal nya yaitu Independent yang berarti merdeka, berdiri sendiri, berjiwa bebas, dan tidak bergantung, bisa di tafsirkan dua pengertian mengenai band indie yang kini tumbuh subur di tanah air.
Pengertian pertama: Karya-karya mereka berada diluar mainstream atau berbeda dengan corak lagu yang sedang laris di pasaran.
Pengertian kedua: grup musik itu merekam dan memasarkan sendiri lagu mereka. Biasanya grup ini memiliki lagu yang bisa diterima pasar, tetapi dalam penggarapan album, mereka tidak melibatkan major label atau perusahan rekaman yang telah memilki nama.
SEJARAH MUSIK INDIE DI INDONESIA
Musisi Indonesia banyak mengadopsi budaya Barat dalam berkarya, kita juga memiliki banyak ketertinggalan dalam bidang ekonomi dibanding dengan negara-negara maju. Akhirnya, musik kelas bawah di utara bumi, diadaptasi oleh kelas menengah di Indonesia karena kelas menengah memiliki kesempatan lebih untuk menintip perkembangan dunia musik luar negeri ketika itu. Tak heran Presiden Soekarno pernah memenjarakan grup musik Koes Ploes karena musiknya dituduh identik dengan budaya kapitalisme internasional. Koes Ploes juga tidak salah jika mengadaptasi musik yang menurut mereka mengekspresikan kebebasan.
Perkembangan musik di bumi bagian utara melaju cepat pada tahun 70-an, memacu juga perkembangan musik tanah air. Good Bless, Gang Pegangsaan, Guruh Gipsy, Giant step, The Rollies, dll adalah sederet nama yang bisa disebut sebagai peletak fondasi musik indonesia pada masa kontemporer, mereka juga memopulerkan semangat kemerdekaan (bava indie), dalam berkarya. Pada saat itu belum ada menejemen musik yang cukup bagus, tetapi dengan pengalaman seadanya, mereka mulai membangun jaringan, hal itu dilakukan guna meluaskan musik mereka. Pada periode tahun 90-an, musik underground di indonesia berkembang pesat, booming alpetura dan metalica, menginfluence anak muda indonesia. Berhadapan dengan industri mainstream yang didominasi oleh rock melayu, artis wanita maka jalur underground lah yang dipilih. Budaya underground semakin meluas, dibangunlah scene-scene musik alternatife dimasa itu. Kota-kota besar pun menjadi tempat berkembangnya komunitas musik underground pada masa itu, musik metal pun menjadi suguhan alternatif. Selain itu, sudah banyak musik yang berani berekspresi dengan menempatkan isu-isu politik dalam lirik-lirik nya. Ada sekian banyak album, termasuk album-album kompilasi yang diliris bersama oleh grup musik di jaman itu. Panggung-panggung kecil pun sering digelar di kafe-kafe, hal ini selaras dengan pembangunan industri para kaum muda,seperti clothing dan distro. Istilah Indie, baru populer di pertengahan tahun 90-an, pada saat itu underground digantikan dengan istilah indie, mungkin istilah underground terlalu identik dengan lagu metal, maka istilah indie berkesan agak modern. Pure Saturday, menjadi pionir musik dengan aliran selain metal dan membuat album rekaman sendiri. Grup musik ini mencetak album pertamanya pada tahun 1995,dengan tajuk "Not A Pup E.P". Kesuksesan mencatat album ini, diikuti oleh sederet band lainnya, seperti, Waiting Room, Pestol Aer, Toilet Sound, dll. Selanjutnya Booming indie semakin menjadi, setelah MOCCA (grup musik swing pop asal bandung) sukses menembus angka di atas 100.000 copy dalam penjualan kaset mereka. Keberhasilan Mocca,turut berdampak pada perkembangan band indie. Beberapa Band seperti THE S.I.G.I.T, The upstairs, The brandals, Bangku Taman, White shoes, Efek Rumah Kaca, The adams, Goodnight Electric, dll. Mendapatkan tempat dihati para penikmat musik. Terakhir delapan albun rilisan dan label indie, masuk dalam jajaran 20 album terbaik versi majalah Rolling Stones tahun 2008. Ini membuktikan bahwa kualitas musik indie indonesia sangat baik.
MUSIK INDIE DAPAT MEMENGARUHI PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA
Kalau dibedakan dengan 10 tahun yang lalu, sekarang sudah jelas gerakan ini lebih besar. Yang paling jelas adalah globalisasi informasi yang didorong oleh internet. Zaman sekarang segalanya menjadi mudah dengan internet, semuanya “terakselerasi maksimum”.
10 tahun yang lalu label-label indie itu sedikit, sekarang sudah banyak meskipun masih sedikit yang berbisnis dengan baik dan benar.
PROSES MASUKNYA MUSIK INDIE KE INDONESIA
Musik indie tumbuh secara natural di Indonesia dan tidak ada yang memungkiri kalau musik indie di Amerika sendiri pun tumbuh secara natural walaupun pada awalnya ditentang oleh orang tua dan pemuka agama. Kalau di Indonesia sendiri adalah imbas karena kita mengidolakan grup musik luar. Hampir semua musik di Indoesia adalah epigon dari musik luar. Mereka mengawali karer mereka dengan membawakan lagu-lagu dari musik luar mulai dari Koes plus, God Bless sampai grup musik awal 90-an. Mereka tidak memandang musik rock yang mereka mainkan sebagai sesuatu yang lauak dijual karena yang penting menurut mereka adalah idealisme dulu. Setelah itu, diterima oleh industri adalah urusan belakangan.
PENGKRITERIAAN ANTARA MUSIK INDIE DENGAN MAINSTREAM
Jika dibandingkan musik indie dengan mainstream itu lebih kepada industry nya, perbedaan nya lebih kepada nilai investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan rekaman. Kalau masalah talent atau talenta, tidak ada yang memungkiri kalau grup musik indie terkadang lebih bagus daripada musik mainstream. Jadi disini hanya masalah uang, karena industri musik berbasis kepada profit, jadi label menanamkan modal yang besar untuk mencari keuntungan yang lebih besar.
KEUNTUNGAN MUSIK INDIE
Salah satu keuntungan utama yang didapatkan oleh sebuah band yang sudah masuk ke major label adalah dari segi pendistribusian kaset yang lebih luas, dan sisi komersil dari musik yang jelas lebih terangkat. Namun ternyata bukan berarti semua musik menyetujui kelebihan yang ditawarkan jalur major ini, karena bagi sebagian musisi hal terpenting bagi sebuah band adalah kebebasan berkarya, yang mungkin tidak bisa didapatkan melalui jalur perusahaan rekaman besar.
Cikal bakal terbentuknya atmosfir indie di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 1970-an sebagai pendahulu. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy (Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten.
Written and contributed by:
Sabryna Putri Muviola
Sheilla Fitria
Trisna Sari Agustin
Yogi Isra Perdana
Referensi
1. Adityo, Uzzi. 2009. Band Indie. (http://irungmampet.blogspot.com/2009/11/pengertian-band-indie.html, diaskes 6 November 2012 pukul 19.00 WIB)
2. Gimbal. 2007. Macam-macam musik band indie. (http://musikpribumi.wordpress.com/2007/11/07/10-lagu-band-indie-yang-musti-lo-download/, diaskes 6 November 2012 pukul 19.00 WIB)
Musik Indie bermula dari kesulitan dari beberapa group musik yang memiliki idealisme dalam bermusik untuk memasuki dapur rekaman karena benturan kepentingan antara pemilik perusahaan rekaman dan idealisme dalam bermusik dari group band itu sendiri. Beberapa dari perusahaan rekaman beranggapan bahwa aliran musik tersebut tidak dapat dinikmati masyarakat, tidak mempunyai mutu dan tidak mengikuti pasar musik yang ada sekarang. Banyak musik yang beraliran Underground lebih memilih jalur indie karena musik yang mereka bawakan mempunyai pasar tersendiri dan mempunyai idealisme yang berbeda dengan jenis musik yang lain. Hardcore adalah salah satu jenis musik Underground yang ada saat ini. Jenis music Underground yang lain adalah Punk, Metal, Grindcore, dan masih banyak yang lainya. Hardcore adalah keturunan dari salah satu jenis musik Underground yaitu Punk, tetapi dengan tempo musik yang lebih cepat dan agresif. Lirik-lirik pada lagunya kebanyakan berbicara tentang kebersamaan, solidaritas, perdamaian, kesetaraan, HAM, lingkungan hidup, bahkan kampanye sosial-politik, dari isu personal hingga ke global.
Musik Hardcore terbagi menjadi dua masa atau era yaitu Oldschool Hardcore dan Newschool Hardcore. Nama Oldschool dan Newschool muncul ketika para musisi Hardcore mulai memasukan warna baru pada musik mereka seperti memasukan nuansa metal pada karakter musiknya dan menyebut karakter bermusik tersebut sebagai Newschool Hardcore. Sementara itu, Oldschool Hardcore diberikan kepada musisi Hardcore yang masih memakai karakter bermusik Hardcore yang terdahulu karena para musisinya masih memakai musik Punk sebagai dasar bermusik. Secara garis besar karakter dari musik Hardcore adalah tempo yang cepat, suara gitar tebal dan berat serta lirik yang keras dan tajam. Musik Hardcore masuk di Indonesia pada tahun akhir 1980-an. Fenomena yang ada menyebabkan sebagian dari anak Punk mulai melahirkan komunitas-komunitas Hardcore sehingga musik Hardcore di Indonesia sangat kental dengan warna Punk. Pada saat ini perkembangan musik Hardcore di kota Bandung sangatlah pesat. Nama-nama seperti Blind To See, Under 18, Komplete Kontrol, Tragedy dan Outright adalah beberapa musik beraliran Hardcore yang sudah mempunyai masa tersendiri atau penikmat musik mereka. Kesuksesan musik beraliran Hardcore tesebut tidak hanya ditunjang oleh jam terbang mereka dalam live perform tetapi juga didukung oleh album kaset ataupun CD yang mereka keluarkan. Album yang dibuat biasanya mempunyai sebuah ciri khas yang menjadi identitas dari jenis musik dan pesan dari musik yang dibawakan oleh sebuah grup musik. Di sini yang menarik perhatian adalah tipografi yang muncul pada sampul album grup musik beraliran Hardcore, baik itu di sampul bagian luar ataupun bagian dalam. Kondisi ini menarik untuk diteliti karena sampul album dibuat untuk sebuah identitas sebuah album. Aspek pembeda menjadi penting, karena untuk memunculkan indentitas antara satu album dengan album yang lainnya. Aspek pembeda pada setiap album adalah unsur visualnya yang terdiri atas warna, ilustrasi dan tipografi. Secara khusus, album-album grup musik beraliran Hardcore di Kota Bandung terlihat memiliki keaneragaman tipografi yang menjadi identitas albumnya.
Dari penjelasan yang telah diungkapkan sebelumnya, dapat diuraikan menjadi beberapa bagian permasalahan yaitu:
a. Musik Underground khususnya musik Hardcore masih menjadi musik yang mempunyai penikmat tersendiri.
b. Unsur-unsur visual pada cover album dibuat sebagai identitas dari sebuah album dan pembeda dari album-album yang lainnya.
c. Secara khusus pada unsur visual bagian tipografinya memiliki keaneragaman tipografi yang muncul pada media cover album.
PENGERTIAN MUSIK INDIE
Sesuai kata asal nya yaitu Independent yang berarti merdeka, berdiri sendiri, berjiwa bebas, dan tidak bergantung, bisa di tafsirkan dua pengertian mengenai band indie yang kini tumbuh subur di tanah air.
Pengertian pertama: Karya-karya mereka berada diluar mainstream atau berbeda dengan corak lagu yang sedang laris di pasaran.
Pengertian kedua: grup musik itu merekam dan memasarkan sendiri lagu mereka. Biasanya grup ini memiliki lagu yang bisa diterima pasar, tetapi dalam penggarapan album, mereka tidak melibatkan major label atau perusahan rekaman yang telah memilki nama.
SEJARAH MUSIK INDIE DI INDONESIA
Musisi Indonesia banyak mengadopsi budaya Barat dalam berkarya, kita juga memiliki banyak ketertinggalan dalam bidang ekonomi dibanding dengan negara-negara maju. Akhirnya, musik kelas bawah di utara bumi, diadaptasi oleh kelas menengah di Indonesia karena kelas menengah memiliki kesempatan lebih untuk menintip perkembangan dunia musik luar negeri ketika itu. Tak heran Presiden Soekarno pernah memenjarakan grup musik Koes Ploes karena musiknya dituduh identik dengan budaya kapitalisme internasional. Koes Ploes juga tidak salah jika mengadaptasi musik yang menurut mereka mengekspresikan kebebasan.
Perkembangan musik di bumi bagian utara melaju cepat pada tahun 70-an, memacu juga perkembangan musik tanah air. Good Bless, Gang Pegangsaan, Guruh Gipsy, Giant step, The Rollies, dll adalah sederet nama yang bisa disebut sebagai peletak fondasi musik indonesia pada masa kontemporer, mereka juga memopulerkan semangat kemerdekaan (bava indie), dalam berkarya. Pada saat itu belum ada menejemen musik yang cukup bagus, tetapi dengan pengalaman seadanya, mereka mulai membangun jaringan, hal itu dilakukan guna meluaskan musik mereka. Pada periode tahun 90-an, musik underground di indonesia berkembang pesat, booming alpetura dan metalica, menginfluence anak muda indonesia. Berhadapan dengan industri mainstream yang didominasi oleh rock melayu, artis wanita maka jalur underground lah yang dipilih. Budaya underground semakin meluas, dibangunlah scene-scene musik alternatife dimasa itu. Kota-kota besar pun menjadi tempat berkembangnya komunitas musik underground pada masa itu, musik metal pun menjadi suguhan alternatif. Selain itu, sudah banyak musik yang berani berekspresi dengan menempatkan isu-isu politik dalam lirik-lirik nya. Ada sekian banyak album, termasuk album-album kompilasi yang diliris bersama oleh grup musik di jaman itu. Panggung-panggung kecil pun sering digelar di kafe-kafe, hal ini selaras dengan pembangunan industri para kaum muda,seperti clothing dan distro. Istilah Indie, baru populer di pertengahan tahun 90-an, pada saat itu underground digantikan dengan istilah indie, mungkin istilah underground terlalu identik dengan lagu metal, maka istilah indie berkesan agak modern. Pure Saturday, menjadi pionir musik dengan aliran selain metal dan membuat album rekaman sendiri. Grup musik ini mencetak album pertamanya pada tahun 1995,dengan tajuk "Not A Pup E.P". Kesuksesan mencatat album ini, diikuti oleh sederet band lainnya, seperti, Waiting Room, Pestol Aer, Toilet Sound, dll. Selanjutnya Booming indie semakin menjadi, setelah MOCCA (grup musik swing pop asal bandung) sukses menembus angka di atas 100.000 copy dalam penjualan kaset mereka. Keberhasilan Mocca,turut berdampak pada perkembangan band indie. Beberapa Band seperti THE S.I.G.I.T, The upstairs, The brandals, Bangku Taman, White shoes, Efek Rumah Kaca, The adams, Goodnight Electric, dll. Mendapatkan tempat dihati para penikmat musik. Terakhir delapan albun rilisan dan label indie, masuk dalam jajaran 20 album terbaik versi majalah Rolling Stones tahun 2008. Ini membuktikan bahwa kualitas musik indie indonesia sangat baik.
MUSIK INDIE DAPAT MEMENGARUHI PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA
Kalau dibedakan dengan 10 tahun yang lalu, sekarang sudah jelas gerakan ini lebih besar. Yang paling jelas adalah globalisasi informasi yang didorong oleh internet. Zaman sekarang segalanya menjadi mudah dengan internet, semuanya “terakselerasi maksimum”.
10 tahun yang lalu label-label indie itu sedikit, sekarang sudah banyak meskipun masih sedikit yang berbisnis dengan baik dan benar.
PROSES MASUKNYA MUSIK INDIE KE INDONESIA
Musik indie tumbuh secara natural di Indonesia dan tidak ada yang memungkiri kalau musik indie di Amerika sendiri pun tumbuh secara natural walaupun pada awalnya ditentang oleh orang tua dan pemuka agama. Kalau di Indonesia sendiri adalah imbas karena kita mengidolakan grup musik luar. Hampir semua musik di Indoesia adalah epigon dari musik luar. Mereka mengawali karer mereka dengan membawakan lagu-lagu dari musik luar mulai dari Koes plus, God Bless sampai grup musik awal 90-an. Mereka tidak memandang musik rock yang mereka mainkan sebagai sesuatu yang lauak dijual karena yang penting menurut mereka adalah idealisme dulu. Setelah itu, diterima oleh industri adalah urusan belakangan.
PENGKRITERIAAN ANTARA MUSIK INDIE DENGAN MAINSTREAM
Jika dibandingkan musik indie dengan mainstream itu lebih kepada industry nya, perbedaan nya lebih kepada nilai investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan rekaman. Kalau masalah talent atau talenta, tidak ada yang memungkiri kalau grup musik indie terkadang lebih bagus daripada musik mainstream. Jadi disini hanya masalah uang, karena industri musik berbasis kepada profit, jadi label menanamkan modal yang besar untuk mencari keuntungan yang lebih besar.
KEUNTUNGAN MUSIK INDIE
Salah satu keuntungan utama yang didapatkan oleh sebuah band yang sudah masuk ke major label adalah dari segi pendistribusian kaset yang lebih luas, dan sisi komersil dari musik yang jelas lebih terangkat. Namun ternyata bukan berarti semua musik menyetujui kelebihan yang ditawarkan jalur major ini, karena bagi sebagian musisi hal terpenting bagi sebuah band adalah kebebasan berkarya, yang mungkin tidak bisa didapatkan melalui jalur perusahaan rekaman besar.
Cikal bakal terbentuknya atmosfir indie di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 1970-an sebagai pendahulu. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy (Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten.
Written and contributed by:
Sabryna Putri Muviola
Sheilla Fitria
Trisna Sari Agustin
Yogi Isra Perdana
Referensi
1. Adityo, Uzzi. 2009. Band Indie. (http://irungmampet.blogspot.com/2009/11/pengertian-band-indie.html, diaskes 6 November 2012 pukul 19.00 WIB)
2. Gimbal. 2007. Macam-macam musik band indie. (http://musikpribumi.wordpress.com/2007/11/07/10-lagu-band-indie-yang-musti-lo-download/, diaskes 6 November 2012 pukul 19.00 WIB)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar