Setelah cukup sukses di Movement sebelumnya: 'Breakfasting With The Orphans', dengan total donasi uang tunai maupun sumbangan material (pakaian, buku bekas, sembako) yang bisa dibilang sangat mengesankan, kami secara keseluruhan mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi dan mendukung dalam bentuk segala donasi, ide, pikiran, tenaga, properti, dan lain-lain. Sekedar informasi, segala bentuk donasi tersebut sudah kami sumbangkan 100% kepada Panti Asuhan terkait (Panti Asuhan Al - Huda, Jl. Karah Agung V/2A Surabaya).
Di bulan Agustus nanti kami akan beranjak ke Movement berikutnya. Dengan masih berkutat di isu-isu sosial dalam negeri yang sudah sangat lama mengakar dan menancapkan tonggak ketidakadilannya dengan sangat beringas namun masih belum mendapatkan perhatian yang cukup dari PEMERINTAH. Beberapa hari yang lalu kami sempat menggelar obrolan-obrolan ringan dengan para sahabat, merumuskan beberapa permasalahan, dan menentukan ke arah mana peluru panas berikutnya akan di tembakkan. Hingga telah sampailah kami dihadapan sebuah isu sederhana yang masih mendapatkan perhatian yang sangat sederhana pula di mata instansi-instansi terkait; PENDIDIKAN. Pendidikan bagi mereka yang menganggap beberapa sendok nasi lebih penting daripada sebuah buku, pendidikan bagi mereka yang menganggap segelas air bersih lebih segar dibanding cerahnya hari depan, pendidikan bagi mereka yang merasa bahwa asap dan debu jalanan adalah atmosfir yang lebih layak dibanding ruangan sepetak berpapan tulis hitam, pendidikan bagi mereka yang tidak tahu-menahu akan arti dari Pendidikan itu sendiri. Bagaimanapun juga tingkat keberhasilan atau kemajuan suatu Bangsa ditentukan oleh seperti apa SDM didalamnya. Percayalah.
Negeri ini bukan tergolong negeri yang miskin, Indonesia adalah Negara berkembang. Sejak dari kecil kita sudah dijejali cerita-cerita kuno yang turun-temurun diwariskan dari mulut ke mulut yang menceritakan bahwa Indonesia adalah Negara dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, bahwa Indonesia terkenal dengan Gemah Ripah Loh Jinawi-nya, dengan laut dan ladang yang menghampar luas. Cerita itu memang benar adanya, walaupun kita mendengarnya dari mulut ke mulut dengan sumber yang tidak seberapa jelas. Tapi setidaknya bukti nyata mulai terlihat dengan sendirinya ketika kita sudah bertransformasi dari anak kecil menjadi pemuda yang beranjak dewasa. Dan dengan segera dapat kita tarik kesimpulan dari cerita kuno tersebut; Ya, Indonesia memang kaya. Iya Indonesia-nya. Bukan kita. Bukan rakyatnya! Mereka yang berkepentingan-lah yang menikmati hasilnya. Jadi, sangat ironis sekali jika kita mengatakan bahwa masih banyak sebagian besar Anak Bangsa yang belum mengenyam pendidikan dengan selayaknya dikarenakan oleh tidak adanya turun tangan dari Pemerintah. Bahkan Pemerintah sudah berencana mengamandemen Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal wajib belajar 9 tahun menjadi wajib belajar 12 tahun. Lalu apa masalahnya? Pengimplementasian di lapangan-lah yang belum benar. Sekolah dinyatakan gratis. Tapi apa yang terjadi didalamnya belum seluruhnya bisa dikatakan 'gratis'. Ada proses Daftar Ulang, bayar. Kewajiban pembelian seragam, bayar. Ada himbauan untuk membeli buku-buku tertentu, bayar lagi. Dan masih banyak biaya-biaya 'ekstra' lainnya. Gratis? Tidak. Indonesia kaya? Oh, jelas.
Rp. 1000 Untuk Pendidikan Anak Terlantar, adalah tema Movement kali ini. Dengan tujuan untuk mengurangi beban biaya pendidikan saudara-saudara kita yang sekiranya masih kurang mendapat perhatian selayaknya. Mungkin tidak bisa banyak membantu (karena jumlah dan ruang lingkupnya yang sangat besar), tapi setidaknya kita masih ada kepedulian terhadap orang-orang terdekat, saudara-saudara di sekitar kita, anak-anak terlantar di Kota ini (khususnya wilayah Surabaya dan sekitarnya). Yang kami rasa memang sudah seharusnya mendapatkan PERSAMAAN HAK untuk mengenyam pendidikan dengan semestinya. Bantuan akan langsung kami berikan kepada Badan/LSM yang menangani anak terlantar di Surabaya. Untuk detailnya akan kami update di tulisan berikutnya.
Movement dilangsungkan selama 3 hari; 15, 16, 17 Agustus. Dengan konsep yang masih sama dengan Movement sebelumnya, yang mana kami masih menggunakan media musik (yang kami rasa masih menjadi media yang paling efektif) sebagai penarik dan penggalang massa, khususnya di kalangan para pemuda. Hari pertama dan kedua, kita gelar aksi turun ke jalan untuk penggalangan dana 'Pendidikan Untuk Anak Terlantar'. Kita lakukan dengan tertib, damai, dan terkoordinir. Hari terakhir, tanggal 17 Agustus, akan ditutup dengan gigs kecil yang diisi oleh para sahabat terbaik yang ikut berpartisipasi dalam Movement kali ini. Yang nantinya juga dibuka penggalangan dana saat gigs berlangsung.
Dengan menampilkan:
- Dynamite Rockers
- Black Rawk Dog
- The Outrageous
- Arcrazya
- Charlie's Rum and The Chaplin
- No Question
- D Jam's All
- Scream For Pride
- Lucky Pair
- Mother Prayer
Dengan menampilkan:
- Dynamite Rockers
- Black Rawk Dog
- The Outrageous
- Arcrazya
- Charlie's Rum and The Chaplin
- No Question
- D Jam's All
- Scream For Pride
- Lucky Pair
- Mother Prayer
Berikut penjelasannya:
- Movement dilaksanakan selama 3 hari. 15, 16 Agustus (aksi penggalangan dana turun ke jalan) dan tanggal 17 Agustus (gigs penutupan).
- Bagi teman - teman yang ikut berpartisipasi diharap kedatangannya untuk mengikuti TM pada tanggal 6 dan 10 Agustus di TA, pukul 8 malam (hasil TM akan kami posting di tulisan berikutnya).
- Tempat dan waktu untuk gigs tanggal 17 Agustus: P Two Cafe Surabaya. Start 18.00 - end.
- Open donasi:
Rek. Mandiri a.n. Haniza Ilmansyah 9000013874558
Rek. BCA a.n. Kemas Reza 6120218253 - Info:• Angga Saputra 089678383714 / 795CD8B5• Gembong 08563190436 / 290E339B• Ahsin Maulana 082231434107 / 7A297A36
Regards,
Angga Saputra
as Agitator & Propagandis
as Agitator & Propagandis

Tidak ada komentar :
Posting Komentar