Dirgahayu Republik Indonesia Ke 69 Tahun.
Ya, hari ini tepat 69 tahun lalu Indonesia merdeka. Merdeka dari penjajahan bangsa Belanda dan Jepang. Bahkan mungkin Portugis juga? Maaf kalau sedikit selintutan gaess. Maklum, efek sebotol ciu khas Solo membuatku sedikit gugup malam ini. Hahahahahahaha. Oke, lanjut! Setiap tanggal 17 Agustus warga negara Indonesia memperingati yang namanya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ya iyalah gaess, kalau Hari Pahlawan 10 November. Plak! -Sorry banyak nyamuk jadi gak konsen lagi-. Bukannya aku nggak 'NASIONALIS' atau gampangannya cinta negaraku sih. Tapi menurutku Indonesia masih belum merdeka! Lho? Kok bisa mas Donozonk? Oke oke, beginilah pendapat dan analisa saya -wooooooosss bergaya ala profesor vijay-
Memang Indonesia 69 tahun lalu dinyatakan merdeka dari penindasan dan penjajahan bangsa Belanda dan Jepang. Kemerdekaan inipun disampaikan langsung oleh presiden RI pertama Ir. Soekarno bersama wakilnya Drs. Mohammad Hatta (mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan nama dan gelar).
*Bentar men aku mau nyalain rokok kretek sisa habis makan tadi*
Nah, menurutku memang sih Indonesia sudah bebas dari jaman kelam seperti itu. Buktinya kita sekarang bisa happy kemana-mana mau ngapain aja. Tanpa harus takut serangan udara dari pasukan penjajah. Iya kan? Hahahahahaha. Tapi ternyata bila kita lihat dan renungkan lebih jauh, Indonesia masih terintervensi pihak yang masih menginginkan kekayaan SDA dan SDM negara ini. Entah itu dari pihak asing maupun dalam negeri. Contohnya, Indonesia merupakan negara penghasil beras karena negara Indonesia negara agraris. Dimana sekian persen penduduknya bekerja sebagai petani dan penggarap lahan. Namun mengapa Indonesia belum juga swasembada pangan? Beras masih harus import. Gula harus didatengin dari luar negeri. Apa itu gak sama saja penindasan terselubung? Hehehehe. Contoh lain Indonesia negara tambang. Entah itu minyak bumi atau tambang lainnya. Tapi kenapa untuk menikmati itu semua kita harus masih merogoh kocek lebih dalam? Karena baru tau kalau ternyata untuk semua itu masih harus melewati proses pengolahan sampai ke luar negeri dulu baru masuk kembali ke Indonesia. Walau terhitung murah itupun masih harus disubsidi pemerintah. Entah dengan dana dari mana juga dengan cara apa.
Ini masih sebagian contoh kecil men, belum masalah sosial masyarakat yang teramat sering kita jumpai. Walau tak jarang kita sedikit tak merasakannya. Masih adanya bentuk kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin itu juga merupakan belum benar-benar terwujudnya sila kelima dari Pancasila. Dimana yang kaya masih bisa mendapat fasilitas 'WAH' di sektor kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Sedangkan si miskin masih harus bersusah payah dahulu demi mendapat itu semua. Walaupun akhirnya hasil kerja kerasnya itu hanya mampu mencukupi kebutuhan perut keluarganya selama sebulan, seminggu atau bahkan untuk hari itu saja. Tragis sekali! Sehingga untuk mencukupi kebutuhan kesehatan dan pendidikan saja mereka masih belum mampu. Disini semakin tampak belum 'merdeka'-nya Bangsa Indonesia yang dimana hampir sebagian besar warga negara Indonesia berada pada garis ekonomi menengah kebawah. Belum juga pemerintah yang semakin hari semakin mengutamakan pembangunan. Yang ini dan yang itu sama rakus (lho kok mirip lirik lagunya SUPERIOTS? Ya memang gini adanya gaesss!).
Saking sibuknya mengurus pembangunan ini-itu, mereka bahkan tak sempat mengawasi jalannya program yang sudah ditetapkan. Beras miskin, kartu jamkesmas, BBM bersubsidi, de el el. Apa sudah tepat sasaran untuk yang berhak menerima? BELUM! Masih adanya beras miskin berkualitas rendah yang beredar itu salah satu buktinya. Apa ada penyelewengan dana? Wallahu alam bos. Belum lagi warga negara Indonesia yang susah mendapat fasilitas kesehatan dengan hanya bermodal kartu jamkesmas. Padahal sekian milyar rupiah dana apbn digunakan untuk program ini. Tapi kemana larinya? KORUPSI! Sungguh biadab! Hahahahaha. BBM bersubsidi yang harusnya dinikmati warga berpenghasilan minim malah masih sering kita jumpai mobil-mobil keren nan mewah mengantri di tangki bbm subsidi premium. Duh duh duh duuuuuuuuh, malu buoooos sama pajak yang kamu bayar tapi kamu ambil lagi (walau secara gak langsung sih).
Sebenarnya masih banyak contoh konkret masih terjajahnya bangsa negara Indonesia dari intervensi pihak asing maupun pihak dalam negeri. Yang tentunya berimbas kembali pada warga negara Indonesia itu sendiri. Semoga masalah konkret ini bisa berakhir seiring berjalannya waktu. Seiring perkembangan jaman dan kemajuan SDM bangsa Indonesia. Dan hingga pada akhirnya semua warga negara Indonesia bisa merasakan kemerdekaan yang hakiki. Selamat malam, selamat beristirahat.
MERDEKA!
MERDEKA!
August 16 th — Donozonk aka Ukie Boyo 69.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar