26 Jun 2014

KETIKA NASIONALISME DAN PATRIOTISME HANYA DALAM TERIAKAN SOSMED

Share on :

Written and contributed by Wahyu Kusuma Jati


"Ganyang saja Nasionalisme! Isu ganyang mengganyang adalah ilusi yang membuatmu lupa akan betapa miskinnya mayoritas dari kita semua secara ekonomi"

Yaak, itu sepenggal lirik dari Milisi Kecoa.
Mungkin tulisan ini nggak akan menjurus ke Pemerintahan. Hahaha, bosen ahh Pemerintah melulu yang dikritik, sudah banyak yang ngritik, dan mungkin lebih cerdas! Huahahahaha.
Kali ini saya ingin mengomentari Pemuda dan Pemudi Indonesia yang mayoritas gawul dan keceeh, beroo! Wahahah

Ahay!! (bersorak ala komentator tarkam kampung sebelah). Yak, saya cuma mau sedikit mencurahkan isi kepala saya tentang anak muda Indonesia yang cenderung terlalu bangga dengan Budaya Barat! Mungkin bisa dibilang Budaya Timur itu cuma ada di desa, kebanyakan pemuda sekarang lebih mengikuti trend yang sedang up-to-date. Salahkah jika mengikuti itu? Sama sekali tidak, karena itu adalah hak setiap individu. Tapi yang salah adalah penerapannya di kehidupan nyata atau di kehidupan sosial. Budaya Barat boleh ditiru ya tapi semua itu ada batasannya, ada filternya, nggak semua dimakan mentah-mentah. Miris kalau lihat anak muda jaman sekarang, Nasionalisme mereka luntur, mereka lebih cinta Budaya Barat daripada budaya mereka sendiri. Mereka lebih memilih mengadopsi budaya yang mereka tonton dari media! Miris bukan? Yaaa, kasian sekali anak muda Negeri ini!

Naah, ketika budaya mereka budaya mereka di klaim negara lain, baru deh mereka berteriak di sosmed. Meneriakkan Nasionalisme layaknya Presiden Soekarno berpidato, layaknya Widji Tukul membaca puisi, Patriotisme mereka muncul layaknya pahlawan yang mengobarkan nyawa demi mengusir penjajah. Nah dulu pas belum diaku-akuin kaliaaaaan kemanaaa? Sibuk mencari trend baju terbaru kah? Sibuk nonton katalog Sophie Martin kah? Atau malah sedang liburan diluar negeri dan belanja barang-barang impor? Hallo, ada yang mau jawab?

Tapi teriakan kalian, cacian-cacian kalian itu paling bertahan nggak sampai 1 bulan. Nasionalisme dan Patriotisme kalian luntur lagi, hahahaha sudah biasa. Kalian kan teriak-teriak gitu biar dibilang uptodate ya, biar gawuuuul. Hahaahha, miris sekali bukan? Percuma kalian teriak-teriak Nasionalisme dan Patriotisme. Coba, Pancasila apal nggak? Lagu-lagu Nasional apal nggak? Arti lambang-lambang Pancasila apal nggak? Hahahaha, yang kalian tau itu pasti cuma trend gaya terbaru, update-an sosmed terbaru, lagu-lagu yang lagi hits. Kayak gitu kalian sebut diri kalian Nasionalisme? Patriotisme? Bahkan tidak sama sekali sosok Patriotisme dan Nasionalisme ada pada diri kalian, kalian cuma pengikut arus yang sedang trend!

Indonesia punya banyak budaya, jaga budaya itu. Kalian tinggal menjaga dan tetap melestarikan budaya. Jaga baik-baik semua yang sudah ada. Apa kalian nggak malu hay Pemuda? Kalian berfoya-foya menghabiskan uang, sedangkan disekeliling kalian masih banyak Warga Negara Indonesia yang masih belum bisa makan nasi? Belum bisa menikmati air bersih? Kemana hati nurani kalian Pemuda? Mana semangat kalian? Masih sebut diri kalian Nasionalis dan Patriotis? 

“Kalian telah menjerumuskan rakyat ini dalam penderitaan. Kulihat kalian mewarisi sifat-sifat para penjajah. Malah kalian bukan hanya meniru dengan persis, tapi melebihi apa yang penjajah lakukan dulu” 

Itu salah satu tulisan dari Tan Malaka. Kalian pemuda tidak peduli dengan Negeri ini? Apa yang selama ini kalian lakukan untuk Negerimu? Adakah? Moral kalian juga sama sekali tidak mencerminkan Nasionalisme, Sosialisme, kehidupan kalian cenderung individual, ingin hidup sendiri tak peduli dengan sekitar kalian! Sadarlah Pemuda, kalian harapan bangsa ini di masa depan. Pupuk jiwa Nasionalisme kalian! Lihat sekitar kalian! Adopsi Budaya Barat jangan mentah-mentah, sesuaikan dengan kehidupan sekitar kalian! Negeri ini butuh pemuda yang punya tekad, bukan pemuda yang kebarat-baratan dan melupakan budayanya sendiri! Renungkan apa yang kalian semua lakukan selama ini. Ingat, apa kalian sudah cukup Nasionalis dan Patriotis dengan sikap kalian yang begitu? .... Hehehehe, sepertinya kopiku mulai dingin. Saya sudahi dulu tulisan konyol ini. Jika banyak tulisan rancu tolong dimaklumi, hehe :D 

3 komentar :

  1. eh pecandu kopi lakukan apa yg menjadi tanggung jawabmu sebagai pemuda yg patiotis dan nasionalis ....(salam dari sahabatmu yg merasa belum merdeka di negri ini)

    BalasHapus
  2. hayy teman ngopiku , semoga kita lekas menekuman apa itu arti kemerdekaan dulurku :')

    BalasHapus
  3. Barangkali disana ada jawabnya...

    BalasHapus