Written and contributed by Wahyu Kusuma Jati
Hallo!
Pertama-tama sebelum baca postingan ini sebaiknya anda baca dalam keadaan sadar, tidak dalam pengaruh miras, dan mending dalam pengaruh kopi saja, rilex, usahakan sambil santai :D -duh malah ngapain coba-
Pertama-tama sebelum baca postingan ini sebaiknya anda baca dalam keadaan sadar, tidak dalam pengaruh miras, dan mending dalam pengaruh kopi saja, rilex, usahakan sambil santai :D -duh malah ngapain coba-
Kenapa saya ambil judul 'Kita Belum Merdeka'? Loh loh yang nulis mabuk ini pasti, kita kan sudah merdeka lama banget! Lebih dari 60 tahun loh! Oke, kita memang sudah lepas dari penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Ya, benar memang... Lah terus kok bilang belum merdeka? Yaaa!!!! KITA BELUM MERDEKA! Sekarang musuh kita bukan lagi penjajah Jepang atau Belanda lagi, tapi kita dijajah oleh orang-orang kita sendiri! Loh loh bentar, kok dijajah orang-orang sendiri toh? Ya, kita memang sedang dijajah bangsa sendiri, tapi ini kasat mata, tidak terlihat, penjajahan disini bukan seperti pada saat Kolonialisme Belanda.
Ambil contoh begini; sekarang anggota DPR dipilih oleh rakyat. Semboyannya 'Dari Rakyat Untuk Rakyat'. Tapi ketika mereka sudah jadi, apa kontribusi mereka di lapangan? Ada kerja nyatanya? Mmmmh... tidak ada sama sekali, yang ada mereka cuma duduk-duduk dikursi empuk, dapat makan-minum, digaji. Lalu, apa kontribusi nyata mereka yang katanya 'Dari Rakyat Untuk Rakyat'? Sudah kerja enak eee mereka malah korupsi. Dan parahnya, sebenarnya itu duit rakyat! Dari rakyat bayar pajak ini-itu lah, bukankah itu juga suatu bentuk penjajahan? Loh loh kok bisa penjajahan? Yaaa bisa, bisa banget! Dengan mereka korupsi, tidak mendengar suara minor, mementingkan karirnya sendiri, tidak ada kontribusi nyata, mereka sudah menyengsarakan rakyat kecil. Mereka harus banting tulang untuk bayar pajak ini-itu. Belum lagi buat kebutuhan keluargaa, eee lah ini malah dikorupsi. Rakyat sudah percaya untuk memilih Pemimpin/politikus dengan harapan-harapan akan lebih baik. Malah setelah jadi politikus jadi lupa diri. Bukankah mereka sudah menjajah bangsa sendiri? Hehe, cuma banyak yang belum sadar akan hal itu.
Belum lagi, sistem kerja kontrak, bahasa kerennya Outsourcing. Mereka disuruh kerja dengan sistim kontrak, dengan gaji yang bisa dibilang sebenarnya itu kecil. Kok aku bilang kecil? Ya kecil lah! Helllo, sekarang harga kebutuhan sehari-hari nggak cukup dengan uang bergambar Pattimura memegang parang dengan gagahnya! Bukankah itu merupakan suatu bentuk penjajahan tenaga kerja? Bahasa kasarnya gini; "Kalo mau ya kamu tak kontrak segini bayarannya segini, kalo nggak mau ya silahkan pergi". Seolah-olah kita sangat butuh itu! Padahal? PEKERJA itu pemegang kekuasaan sebenarnya, bukan Bos! Jika semua pekerja mogok kerja sehari saja, semua sektor pasti amburadul. Percayalah! Pekerja dipaksa mau, dalam hal ini tenaga mereka diperas dengan upah yang seminimum mungkin, namun dipaksa bekerja dengan perolehan hasil produksi yang semaksimum mungkin.
Mau contoh apa lagi ??
Hahahahaha, hayooo isep dulu rokoknya. Kopinya juga di sruput dulu keburu dingin, ahahaha.
Ambil contoh dari Sektor Pertanian. Mereka harus membeli bibit beras, impor pupuk, impor dengan harga selangit, tapi ketika mereka panen harga jual tidak sepadan dengan apa yang mereka keluarkan. Beras juga malah import dari Thailand, bukan membeli dari petani-petani lokal. Bukankah mereka menjajah petani? Orang-orang kita sendiri yang menjajah kita. Banyak petani yg harus menjual lahan mereka karena rugi! Kemiskinan dimana-mana, kelaparan dimana-mana, anak-anak harus putus sekolah karena biaya, hingga mereka harus bekerja dijalanan. Padahal mereka masih punya masa depan yang teramat panjang!
Masih berpikir kita sudah merdeka? KITA BELUM MERDEKA! Kita masih sengsara, kita dijajah bangsa sendiri! BERGERAKLAH PEMUDA! Jangan hanya diam dan berharap pada Pemerintah kalian! Buat perubahan. Karena sesungguhnya kalianlah Pemuda pemilik kekuatan yang luar biasa. Kobarkan semangat Sama Rata Sama Rasa, Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia harus di wujudkan. Bukan cuma hafalan anak sekolah! Karena sesungguhnya rakyat adalah kekuatan utama, pemerintah itu cuma omong kosong! Lawan, lawan, lawan keadaan yang ada! Salam sama rata.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar